Jumat, 27 April 2012

RAHASIA SI GENIUS


RAHASIA SI GENIUS

Kalau kamu mengira genius merupakan bawaan yang memiliki IQ jauh di atas rata-rata,
kamu salah! Mereka hanya berhasil menggunakan kemampuan otaknya lebih dari orang-
orang biasa. Sebenarnya semua orang pun bisa mengembangkan kemampuan berpikir
seperti otak mereka, hanya dibutuhkan kemauan dan kerja keras. Bill Gates, si pemilik
perusahaan Microsoft yang juga merupakan 1 di antara para genius mengatakan bahwa
99% yang menciptakan kegeniusan adalah kerja keras. Genius di sini bukanlah seseorang
yang memiliki IQ jauh di atas rata-rata, tetapi genius di sini adalah Expert atau para ahli di
bidangnya.

Bagi mereka para genius, hanya ada 3 kunci untuk kegeniusan mereka, kita pun bisa menjadi
bagian dari mereka, dengan kunci KEMAUAN dan KERJA KERAS

Rahasia 1.
Si genius bisa mencari cara sendiri untuk menguasai hal-hal yang belum di kuasainya. Para
genius menciptakan metode belajar sendiri yang paling cocok dengan diri mereka. Jika tidak
menguasai suatu subjek, mereka akan cari tahu cara paling efisien untuk mempelajarinya.
Mereka terus mencoba (mereka tidak pernah berhenti mencoba jika belum berhasil) sampai
mereka bisa menguasai yang ingin dikuasainya. Kalau gagal dengan satu metode, mereka
akan mencoba metode lainnya.

Rahasia 2.
Para genius memiliki motivasi yang "sangat, sangat, sangat besar!" untuk menguasai
apa yang menjadi minatnya. Kadangkala mereka rela mengorbankan berbagai hal demi
minatnya itu. Inilah kisah Bill Gates si orang terkaya di muka bumi: "Bill Gates orang yang
cerdas. Itu sudah pasti. Jika tidak cerdas, dia tidak akan bisa masuk Universitas Harvard,
yang merupakan universitas terbaik di dunia. Tapi dia keluar. Alasannya: "Aku ingin berbuat
lebih." Rupanya, dia tidak ingin hanya menjadi cerdas. Dia ingin menjadi seorang genius. Dia
sadar, terus kuliah akan mengurangi waktunya dalam mendalami software computer yang
sangat diminatinya. Dalam pengakuannya, dia pernah tidak tidur selama berhari-hari ketika
menyelesaikan software pertamanya.

Rahasia 3.
Mereka yang genius memiliki visi masa depan yang jelas, konkret dan terukur. Apabila
ditanya apa yang diinginkannya di masa depan, mereka akan menjawab tuntas hingga ke
detailnya. "10 tahun dari sekarang, saya akan menjadi seorang pengusaha mebel kayu jati
yang produknya merambah seluruh Eropa. Karyawannya lebih dari 500 orang. Omsetnya
lebih dari 50 miliar." Itulah visi seorang pengusaha besar.

So, apa yang Kamu pikirkan?
Kamu bisa menjadi genius di bidang apapun yang kamu minati. Jika kamu berpikir dan
memiliki karakter seorang genius. Dan, tiga itulah rahasianya. Hanya tiga. Cara sederhana
menjadi genius. Jika 3 rahasia itu sudah kamu pegang dan kamu jadikan sebagai rahasia
kamu juga. Maka inilah cara sederhana membangkitkan sosok genius dalam diri Kamu:



Saat Kamu ingin mengetahui sesuatu, katakan pada diri Kamu sendiri: "Sisi lain dari

ini apa, ada apa dibaliknya?"
Saat satu jawaban datang, terus tanyakan pertanyaan-pertanyaan itu kembali.



Hal-Hal Yang Bisa Membantumu Mencapai "Inner Genius"Mu
Setelah Kamu tahu berbagai hal tentang genius dan tahu cara membangkitkannya, kini
saatnya untuk tahu hal-hal apa saja yang bisa membantumu untuk membangkitkan "si
genius" dalam dirimu.
• Tidurlah yang cukup
Saat terlelap tidur, otak kita justru bekerja keras memilah-milah informasi penting
untuk kita, sehingga kemampuan memori kita menguat. Namun itu hanya berlaku
bagi tidur yang lebih dari 6 jam. Itu kenapa sistem belajar SKS (sistem kebut
semalam) tidak direkomendasikan karena justru hanya melemahkan kemampuan
berpikir dan kemampuan memori kita.
• Latihan fisik
Melakukan banyak aktivitas fisik terbukti meningkatkan kemampuan berpikir otak.
• Makanan yang cukup
Kurang makan akan membuatmu tidak memiliki energi untuk berpikir cerdas, tapi
terlampau banyak makan juga akan membuat otakmu menjadi kurang cerdas.
Makan secukupnya dan selektif. Pilih makanan yang banyak mengandung protein
dan omega3 untuk membantu perkembangan otak.
• Musik
Diketahui mendengarkan musik bisa membuat tubuh merasa rileks, terutama musik
yang bersifat lembut seperti musik klasik yang dapat menyebabkan perasaan negatif
berkurang, dan menurunkan rasa takut. Nah, hal-hal itu otomatis membuat kita bisa
lebih fokus dalam berpikir.
• Jangan lupa bermain
Belajar terus menerus secara intensif tanpa istirahat dan tanpa jeda bukanlah
perilaku yang bijak. Selain bisa menghilangkan stress, bermain juga membuat
kemampuan otak kita berpikir menjadi lebih cemerlang. So, sempatkan bermain.
• Bermain video game
Hm… rupanya bermain video game dalam waktu yang proporsional, akan
meningkatkan kemampuan otak kita berpikir. So, bermainlah video-game, terutama
game-game strategi yang membutuhkan kemampuan Anda untuk dengan cepat
mengambil keputusan. Tetapi terlalu banyak bermain video-game juga akan
membuat kemampuan Anda berpikir menurun. Usahakan tidak lebih dari 1 jam per
hari untuk bermain.
• Meditasi
Sering melakukan meditasi secara teratur dapat meningkatkan kinerja otak, karena
akan membuat tubuh segar dan tentunya kinerja otak juga bakal meningkat.
• Percaya kalau kamu bisa!
Kegagalan dalam suatu hal seringkali terjadi bukan karena kurangnya kemampuan,
tetapi karena kepercayaan terhadap diri sendiri yang kurang. Kebanyakan dari kita
akan berfikir bahwa hanya orang-orang tertentu saja yang dapat menyelesaikan
masalah tersebut. Alhasil otak pun bereaksi menyesuaikan dengan tanggapan
tersebut. Jadinya, kita pun tidak mencapai performa terbaik kita karena pada
dasarnya kita memang tidak terlalu percaya diri. So, percaya 100% kalau kamu bisa,
maka otak kamu akan membantumu.

Ngga susah kan buat jadi genius? Jadi, jangan takut atau minder buat jadi genius. Just
do this !

Kamis, 26 April 2012

Cerpen Terimakasih Atas RahmatMu










Zaman telah berubah teman, tapi... apakah zaman akan merubah mu, merubah langkah mu, merubah tujuan hidup mu?? Aku, tidak. Hari ini aku meratapi nasib semua orang, bagaimana mungkin kita lupa kepada sesuatu yang maha segalanya, sedangkan kita selalu mendapatkan karunia, dan nikmatnya, mampukah kita sadar akan hal itu. Bagai mana kalau bumi berhenti berputar, bagai mana kalau matahari tak lagi bersinar, bagai mana kalau udara tak lagi dapat di hirup. Bagaimana? Apa yang dapat kita lakukan? Entahlah, tidak ada satu orangpun yang tahu.
Pagi begitu cerah, secerah yang selalu diberikan oleh Allah, aku tinggal disebuah desa, desa yang cukup asri dan makmur, apa kalian tahu satu hal, di desaku tidak ada orang yang termasuk dalam golongan benar-benar miskin, karena kami hidup makmur dengan hasil pertanian dan pertenakan yang kami miliki. Hidup adalah perjuangan, dan itulah yang aku pelajari disini.
Tapi.., satu hal yang kami lupa , bagaimana cara bersyukur, entah sejak kapan rasa syukur itu telah hilang dari hati kami semua, aku ingat satu hari, dikala aku masih kelas tiga SD, itu terakhir kalinya aku sholat idul fitri di mesjid desaku, terfikir oleh ku, berapa lama kami telah melupakan kewajiban kami, dan bagaimana kami bisa lupa akan semua itu.
Mesjid itu kami bangun sudah sejak lama, mungkin sekitar 12 tahun yang lalu, mesjid yang awalnya benar-benar kami cintai, kami lindungi dan kami rawat, tetapi sekarang..
Mesjid itu memang tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk menampung hampir setengah dari warga desa. Lihatlah di sekeliling mesjid, banyak dedaunan yang berserakan, pasirpun memenuhi lantai mesjid itu, sarang laba-laba hampir menutupi setiap jengkal plafon yang ada, halaman mesjid juga di tumbuhi oleh rerumputan yang hampir menutupi semua tanah yang ada, begitulah kondisi mesjid itu, tak pernah terbayangkan olehku sama sekali.
Aku adalah anak yatim piatu, ayah dan ibu ku telah meninggal sejak umurku 4 tahun mereka meninggal karena kecelakaan lalulintas, semenjak itu aku tinggal dirumah bibi ku, ayah dan ibu pernah berpesan agar kelak aku disekolahkan dipasentren, kedua orang tua ku berharap agar aku menjadi anak yang soleha, dan aku selalu berusaha menjadi seperti itu sampai saat ini.
Masa liburku, ku habiskan tinggal dirumah bibi ku, di kampung halaman ayah dan ibu, dan juga bisa dibilang di kampung halaman ku sendiri.  Hari ini seperti biasa, aku berjalan-jalan pagi di sekitar desa, rindu akan suasana disini, suasana yang sudah lama tidak aku rasakan, langkahku tiba-tiba terhenti, aku melihat bangunan yang tak pernah asing dimataku, walau bentuknya semakin menua. Aku melihat jam di tangan kanan ku, jam itu menunjukan jam 10 pagi, masih sempat, fikir ku.
“bu, apa ibu mau membatu saya membersihkan mesjid??” tanya ku kepada seorang ibu-ibu yang sedang memandikan anaknya.
“aduh, maaf neng!! Saya sedang memandikan anak saya!! ” jawab sang ibu itu
“ kalau begitu, bagaimana setelah memandikan anak ibu ” tanya ku lagi
“maaf neng, tapi.. setelah ibu memandikan anak ibu, ibu akan memasak dan mencuci ” jawab sang ibu dengan alasan yang sangat banyak
“oh..!! tidak apa buk, tapi.. bolehkah saya meminjam sapu dan peralatan kebersihan” tanya ku dengan lembut
“em.., tentu neng !!”
Alasan pasti selalu ada, kegiatan memang menjadi sesuatu hal yang wajib, tetapi.. bagaimana caranya agar kita bisa membagi waktu walau hanya sebentar, satu yang membuat ku bertanya-tanya, bagaimana mungkin ibu itu dan keluarganya tidak pernah mempunyai niat untuk membersihkan mesjid itu, sedangkan mereka memanfaatkan sumur yang ada dimesjid untuk keperluan sehari-hari mereka.
Aku menggambil alat pembersih itu, dan aku langsung segera membersihkan mesjit dengan sangat cepat, aku berharap mesjid ini bisa digunakan untuk sholat zuhur berjamaah.
Aku tahu ini sangat berat bagi ku, tapi.. aku mencoba, walau terasa lelah dan capek, 2 jam sudah aku berkutik dengan bangunan tersebut, dan sekarang semuanya cukup bersih, setidaknya, lebih bersih dari yang semula.
Aku pulang kerumah, dan membersihkan diriku, hendak bersiap sholat berjamaah di mesjit desa. Jam 11.30 wib, aku tiba di mesjit, ketika masuk mesjit aku langsung membaca ayat suci alquran, agar kemudahan selalu berada di didekat kami semua, 30 menit lagi saatnya azan zuhur, baru aku sadar, tidak ada seorang muazin disini, aku bertanya didalam hati, siapa yang akan menjadi muazin, tidak ada satu orang pun yang terlitas difikiran ku, aku seegera keluar mencari seorang laki-laki, disana aku melihat seorang bapak-bapak yang kelihatan terburu-buru
“maaf pak, apa bapak bisa azan sebentar, sekarang hampir masuk waktu zuhur pak, dan tidak ada seorang muazin disini ” kataku menanyakan kepada bapak itu
“maaf nak !! Saya harus buru-buru ke pabrik, ada pertemuan disana, cari orang lain saja ya nak” kata bapak itu menjelaskan, kemudian ia berlalu meninggalkan aku sendirian
Aku melihat lagi 2 orang bapak-bapak, mereka sedang berjalan hendak pergi kesuatu tempat, baju mereka sangat bagus, dan sepertinya mereka ingin pergi kesuatu pertemuan atau kesebuwah acara
“bapak, apa diantara bapak ada yang mau azan, karena sebentar lagi hampir memasuki waktu sholat zuhur ”
“maaf nak, bapak harus segera ke pesta pernikahan, bapak sebagai saksi disana, cari yang lain aja ya !!”, kedua bapak itu juga pergi meninggalkan ku
Apa yang aku lakukan sekarang, sedang waktu yang tersisa hanya 10 menit lagi, aku melihat sekelompok mahasiswa, aku mendekati mereka dan bertanya
“maaf, apa ada salah satu dari kalian yang bisa azan di mesjit, waktu sholat akan segera tiba”
salah satu laki-laki menjawab, “ maaf dik, kami harus segera pergi belajar kelompok, besok kami akan ujian, maaf ya” mereka juga pergi meninggalkan ku.
Aku tahu satu hal, sudah tidak ada waktu yang tersisa lagi, waktu sholat hanya tinggal 5 menit, aku berjalan dengan lemah menuju mesjit, “apa yang terjadi disini”, aku bertanya dalam hati.
Aku terduduk di dalam mesjid dan bersujut, berkata dalam hati “ya... Allah, engkau maha segalanya, kenapa kau jadikan hambamu menjadi seperti ini? Apa yang salah pada kami ya Allah, apa yang salah sehingga kami harus menerima hukuman mu, ya.. Allah, jangan pernah kau hukum kami semua dengan hukuman ini, kuatkanlah hati kami ya.. Allah, kuatkanlah iman kami ya.. Allah, jangan pernah kau palingkan kami dari petunjuk mu ” aku benar-benar merasa kacau, apa yang sedang terjadi, kenapa tidak ada satupun yang mau mengingat Allah, kenapa? Apa ini hukuman yang paling mengerikan yang Allah berikan, hukuman yang membuat kami lupa akan dia, lupa akan kebesarannya.
“Allah...hu..ak..bar allah... hu..ak.. bar”
Suara itu mengagetkan ku, Allah hu akbar ucapku takjup, aku melihat sosok itu, ternyata dia adalah seorang ustad, entah dari mana ustad itu datang. “Engkau maha pengasih lagi maha penyayang ya.. Allah” ucapku dalam hati
Tiba-tiba aku melihat keluar mesjid, subhannallah ucapku penuh takjub, masyarakat desa datang, mereka datang untuk sholat berjamaah, mereka semua telah datang. Terimakasih ya..Allah, terimakasih atas rahmat mu.

NB : yang paling penting dari semuanya adalah ketika hati mu bergetar disaat mendengar nama Allah.

Contoh Naskah Drama 10 Orang




Berikut contoh naskah drama 10 orang yang dimainkan oleh 10 orang baik perempuan dan laki laki lengkap,
Baik langsung saja kita cekedot ke naskah drama 10 orang dengan judul Malam Yang Ku Akhiri  :

Tokoh : 10 Orang (7 Perempuan 3 Laki-laki)

PART 1 :

Di hari yang cerah di sebuah cafe ada 8 orang anak, yang sedang merencanakan liburan kelulusan mereka. 8 anak tersebut ialah Rika, Harry, Nina, Alya, Jeff, Edo, Rene dan seorang gadis yang masih duduk di kelas 2 SMA Cherry. Cherry adalah pacar Harry, tak heran kenapa ia selalu gabung dengan kakak-kakak kelasnya.

Harry : Do, Jadi Liburan kemana?
Edo : Bukannya ke Villa Rika?
Rika : Eh??
Harry : Aku udah bilang loh kemarin
Rika : Oh iya, lupa. Hehe sorry
Rene : Kenapa gak ke Pantai saja?
Jeff : Udah Ren, kita ke Villa Rika. Lagian kita pengen merasakan suasana yang berbeda.
Edo : Yang pasti, jauh dari kebisingan dan polusi
Rene : Tapi perasaan ku nggak enak
Jeff : Kamu hanya dikuasai hati kamu. Jangan pikirkan yang macam-macam.
Rene : Baiklah.
Nina : Emang, Villa kamu dimana Rik?
Rika : Di daerah puncak, tapi agak kedalam
Nina : Ouh,,
Rika : Tapi Villanya agak kotor
Harry : Tenang, kan ada Alya, dia bisa bersih-bersih
Rika : Hmm.. betul juga, nanti aku bayar deh, gimana?
Alya : Iya, terimakasih atas tugasnya, kebetulan aku sedang butuh uang.
Harry : Eh, Cherry diem ajah dari tadi. Ikut yah?
Cherry : Nggak tau kak, aku minta ijin dulu sama Ibuku.
Edo : Ikut lah Cherr, Ntar dia kesepian kalo gak ada kamu.
Cherry : Iya, kak. Hehe – ucap nya malu-malu
            Tiba-tiba Rika ingat bahwa dia belum meminta izin pada ayahnya untuk menginap di Villa itu
Rika : Oh iya,gue lupa minta izin sama Bokap
Edo : Ya sudah Minta izin dulu sana
Rika : Ya udah, gue pulang duluan yah, ntar sore kita ngumpul disini lagi ya. Byee
            Rika pun pulang untuk meminta izin pada ayahnya.
Cherry : Kak, aku pulang dulu yah?
Harry : Mau kemana?
Edo : Iya mau kemana? Kasian nanti Harry kesepian
Cherry : Apa sih Kak. Aku ada keperluan sebentar.
Harry : Hush ah, Lo tuh bawel yah – sambil menunjuk Edo
Cherry : Ya udah, aku pulang yah, Byee..
            Cherry pun pergi dari cafe itu.
Jeff : Ren, jadikan kita ke Gramed?
Rene : Eh iya, Guys kita ke Gramedia dulu yah.
Edo : Buset dah, semua ajah pada pulang ini mah. Gue ikut ah.
Jeff : Mau beli buku? Jarang-jarang lo rajin baca
Edo : Bukann, gue mau beli memory card buat camdi gue, buat nanti ke villa
Rene : Emang ada di Gramed?
Edo : Hmm.. Oon deh, di sebelahnya kan ada toko elktronik
Rene : Yee, biasa ajah kali.
Jeff : Yuk ah, kelamaan
Edo + Rene : Yuk..
            Tapi sebelum mereka pergi, tiba-tiba datang Jennie dan Ammie, Kaka kelas mereka yang sudah kuliah di salah satu Universitas negeri di kota Bogor melewati cafe itu.
Jennie : Eh lagi pada ngumpul disini?
Ammie : Ngapain?
Jeff : Ini kak, kita lagi bikin rencana liburan kelulusan
Ammie : Ciee pada lulus nih?
Edo : Iya dong kak, masa enggak
Jennie : Kalian bertiga mau kemana?
Rene : Gramed
Ammie : ohh,
Rene : Ya udah ka, kita ke Gramed dulu
            Lalu mereka pun pergi
Jennie : Hey, Har.
Harry : Eh, kak Jennie , kak Ammie
Ammie : mau pada liburan kemana?
Harry : Tau darimana kak, kita mau liburan
Ammie : Rene, Edo, dan Jeff
Harry : Oh, Mau ke Puncak, Ke Villa Rika
Jennie : Kapan?
Harry : Rencana sih Besok
Jennie : Kita besok mau ke sana loh ke puncak, bareng anak-anak pecinta alam
Harry : Wah, bisa mampir dong, masih di sekitar Villa kan?
Jennie : Entah, Kayaknya sih Iya.
Ammie : Gimana kalo kita bareng mereka ajah Jen, kesana nya?
Jennie : Boleh tuh, eh kita kan mau ke Basecamp dulu.
Ammie : Oh iya, besok berangkat jam berapa? Berangkat Bareng yah?
Harry : Gak tau, nanti di telepon deh kak.
Ammie : Sip. Eh ini siapa? – Tunjuk Alya
Alya : Saya Alya kak
Ammie : Murid baru ya?
Alya : Iya kak, Baru pinda pas kelas 3
Ammie : Owh, Lulus kan? Selamat yah, ya udah kita ke base camp dulu
Alya : Iya kak Makasih.
            Jennie dan Ammie pun pergi ke Basecamp
Nina : Al, Kita pulang  juga yuk.
Alya : Ayo,
Nina : Kita pulang ya, Har, Bye – sambil beranjak pergi
Harry : Yah , masa gue ditinggal sendiri.
Nina : DL itu mah.
            Nina dan Alya pun pergi
Harry : Ah gue Juga pulang ah.
            Lalu Harry pun pulang, Setelah sore tiba, mereka kembali ke cafe itu. Dan yang pertama datang adalah Rika, Nina, dan Alya
Nina : Mana nih yang lain?
Rika : Iya pada ngaret, ya udah kita duluan ajah, kan Alya mau beresin Villa nya.
Alya : Iya, aku setuju.
Nina : Aku ikut yah? Naik mobil kamu kan Rik?
Rika : Yee, mobil ku lagi di pake Bokap.
Nina : Umum dong?
Alya : Tak apa lah Nin, yang penting kita kesana.
Nina : Iya deh.
Rika : Tunggu, gue telepon dulu Harry, kalau kita mau duluan.
            Rika menelpon Harry
Rika : Hallo, Har
Harry : Hallo Rik, ada apa?
Rika : Gue, Alya sama Nina pergi duluan, kan Alya mau beresin Villa nya.
Harry : Tapi balik lagi kan?
Rika : Iya lah, Ntar kalian sama siapa ke sini nya?
Harry :  Oh Sip deh
Rika : Ya sudah.
            Rika menutup Telepon
Nina : Gimana Rik?
Rika : Iya kita duluan ajah, Yuk Al
Alya : Ayo.
            Mereka pun pergi keVilla. Sementara itu, Edo, Jeff dan Rene datang.
Edo : Pada kemana nih, katanya sore kesini?
Jeff : Entah, coba telepon Harry
Edo : Sip
Rene : Gue Fban dulu yah.
Jeff : Jiah, Ol mulu. Ikut update status dong? Hehe
Rene : Huu, Ngomong ajah bisa.
Edo : Ssssstttt gue lagi nelpon
            Lalu Harry menjawab telepon
Harry : Hallo Do
Edo : Halo Har, dimana?
Harry : Di rumah, lagi siap-siap, lo?
Edo : Cafe, Pada kemana nih? Kok sepi
Harry : Rika Nina sama Alya duluan ke Villa, Disitu siapa aja?
Edo : Jeff, sama Rene
Harry : Tungguin gue, gue mau jemput Cherry dulu
Edo : Oh
Harry : Malah oh,
Edo : Iya gue tungguin, Lagian gue mau kemana coba? Ke Villa, si Rikanya lagi disana, kita kesana mau pake apa? Sama siapa?
Harry : Iya, Iya,, ya udah, Bye
Edo : Yo

PART 2 :


Lalu tiba-tiba Rika menelpon Edo
Edo : Hallo
Rika : Do, Lo kerumah gue ajah dulu, ntar gue tunggu disana, kasih tau yang lain
Edo : Okeh
            Edo menutup telpon, Lalu Harry dan Cherry datang ke cafe
Harry : Hi, guys
Cherry : Hallo semua
Edo : Hallo RyRy
Harry :  Riri? Siapa? Dia Cherry bukan riri
Edo : RyRy , Harry Cherry,, hahaha
Harry : Bisa aja Lo
Edo : Kata Rika, kita nunggu di rumahnya,
Harry : Oh, Ya udah, kita kesana semua.
Jeff + Rene : Ayo
            Mereka pun pergi ke rumah Rika, Sementara itu di lain tempat yaitu villa, Rika Nina dan Alya telah sampai di tempat tujuan.
Rika : Nah itu Villa nya
Nina : Wah, Keren lah.
Alya : Tapi sedikit tak ter-urus
Rika : Udah lama gue enggak kesini, sekitar SMP kelas 3
Alya : Pantas saja,
Rika : Ya udah, kita masuk
            Mereka pun masuk ke dalam Villa
Nina : Rik, Kotor Banget.
Rika : Iya, Eh Al, gue nanti kesana lagi, Na kamu ikut pulang ngga?
Nina : Ikut, soalnya tadi aku enggak bawa barang
Alya : Aku di tinggal sendiri?
Rika : Bentar ini, ntar malem juga kesini kok.
Alya : Tapi aku takut.
Nina : Udah lah Al, jangan takut.
Rika : Iya,Kalo kamu lapar, tinggal ke luar ajah, nanti juga ada warung nasi kok, tadi liat kan?
Alya : Iya, tapi aku nggak bawa uang
Rika : Nih, Rp 100.000,- buat makan, nanti Uang bersih-bersih nya nyusul.
Alya : Makasih Rik,
Rika : Oh iya, Ntar kalo ada apa-apa Telepon ajah, kamu nggak bawa hape kan?
Alya : Enggak
Rika : Tuh disana ada telepon.
Alya : Okeh, Air Listrik nya ada kan Rik?
Rika : Ada kok, ya udah gue harus cepet, soalnya temen- temen dah pada nunggu
Nina : Iyah, ntar malem banget nyampenya.
Alya : Ya sudah, aku beres-beres dulu
Rika : Okeh, Gue tinggal ya, ayo Nina
Nina : Ayo
            Rika dan Nina pun pergi ke Rumah Rika, Singkat cerita, Mereka berdua sampai di rumah Rika
Rika : Nin?
Nina : Apa?
Rika : Pada kemana? Katanya pada kesini?
Nina : Coba telpon?
Rika : Ntar
            Rika Menelpon Harry
Harry : Hallo
Rika : Harr, dimana? Gue di rumah nih.
Harry : Oh udah nyamepe . Tadi kita kerumah Lo, tapi kelamaan jadi laper. Kita di Cafe. Bentar lagi kesana  deh.
Rika : Okeh, Cepet ya.
            Rika menutup telepon
Nina : Gimana?
Rika : Mereka pada di Cafe, bentar lagi kesini
Nina : Oh iya, kemarin katanya Kak Ammie sama Kak Jennie mau ke puncak juga, mau kemah, berangkatnya bareng katanya.
Rika : Oh ya? Kakak kelas kita dulu?
Nina : Iya.
Rika : Owh, Boleh ajah kok, lagian pake Umum ini.
            Lalu datang lah Harry, Cherry, Edo, Rene, dan Jeff
Harry : Hai.
Jeff : Kemana ajah? Lama banget
Rene : Iya, Perut sampe keroncongan tadi
Rika : Macet puncaknya, kan musim libur
Nina : Iya..
Harry : Oh iya, Kak Ammie sama Kak Jennie belum di telpon.
Jeff : Ya Sudah, Telepon dulu sana.
            Harry pun, menelpon kak Ammie
Harry : Kak, kita di rumah Rika, kita mau berangkat sekarang
Ammie : Oh iya, kita kesana.
            Telepon di tutup
Rika : Gimana?
Harry : Udah, kita tinggal nunggu ajah.
            Lalu Ammie dan Jennie pun datang
Ammie : Hei, udah lama?
Jennie : Siap berangkat?
Rika : Siap kak, kita pake umum kok
Jennie : Ya udah, yuk berangkat,
Semua : Ayoo.
            Singkat Cerita  pada malam harinya mereka sampai di depan Villa
Jennie : Anak-anak, kita berdua kesana yah, Camp kita disana, kalo ada apa-apa, kesana ajah ya
Rika : Okeeh
            Ammie dan Jennie pun pergi ke camp mereka
Alya : Hei
Rika : Hei
Nina : Rik, Bersih banget, nggak kayak tadi.
Rika : Iya. Hebat si Alya.
Alya : Hehe biasa sajah
Rika : Ini, Rp 200.000,- buat lo
Alya : Makasih Banget Rik.
Edo : Cepet dong masuk, gue udah nggak tahan pengen ke Wc
Rika : Sabar napa?
Jeff : Rik,  Api unggun yuk
Rene : Iyah, biar seru.
Cherry : Ah, Kebetulan aku bawa jagung.
Harry : Wah, kalo gitu aku cari dulu kayuk bakar
Rika : Gak usah, Har, ada dideket teras.
Harry : Ya udah, gue siapin dulu, bantuin gue Jeff, Do
Jeff : Ok
Edo : Gak bisa gue mau ke WC
Alya : Aku siapin dulu minum yah. Sini barang-barang nya aku bawain
Jeff : Oke
Alya : Do, Wc nya gak ada kunci, jadi harus di tahan pake kayu.
Edo : Oke
            Edo pun masuk ke Villa untuk ke WC, Sementara yang lain sedang mempersiapkan api unggun
Harry : Jeff Korek api.
Jeff : Nih.
            Api pun nyala.
Cherry: Nih jagung nya.
Rika : Kenyang nih kayaknya.
Nina : Alya sama Edo mana?
Rene : Masih di dalam.
Nina : Al, Ed. Cepet kesini -  sambil teriak
Alya : Iya.. – sambil berlari menuju api unggun
Harry : Edo mana?
Alya : Di Wc
Rika : Ya udah lah, kita bakar dulu jagung nya.
Semua : Okeh
            Namun saat akan membakar jagung, tiba-tiba petir menggelegar dan  hujan gerimis pun turun dan akhirnya mereka pun mengurungkan niat mereka untuk membakar jagung
Harry : Oh, sial. Hujan lagi
Jeff : Ya udah semuanya, ayo masuk ntar kebasahan.  Al ayo masuk
Alya : Iya, aku bawa dulu jagung nya.
            Mereka pun masuk ke dalam Villa
Alya : Duh capek, Haus lagi.
Rika : Minum apa susahnya.
Alya : Iya , ini juga mau.
            Saat Alya sedang meneguk air, tiba-tiba iya menjadi pusing.
Harry : Alya kenapa?
Cherry : Dia kayaknya pusing?
Rene : Al, kenapa Al ? – sambil memegangi Alya
            Tiba-tiba Alya Pingsan
Harry : Al, bangun Al
Rika : Cek napasnya.
Harry : Nggak ada, duh gimana dong?
Rika : Dia mati?
Nina : Enggak mungkin – sambil nangis
Rene : Alya.
Jeff : Har, Ayo gotong ke kamar belakang.
Harry : Ayo.
            Lalu Harry dan Jeff menggotong Alya ke kamar belakang
Nina : Pasti dia keracunan minuman itu
Rene : Masa? Dia kan yang tadi siapin itu minuman?
Rika : Jangan-jangan, Edo lagi.
Rene : Kok jadi Edo?
Cherry : Dia dari tadi disini kan?
Rika : Itu maksudku.
Rene : Tapi mana dia? Dia mungkin daritadi di WC?
            Harry dan Jeff kembali ke ruang tengah
Jeff : Ada apa?
Rika : Gue curiga sama Edo.
Harry : Kenapa?
Rika : Dia daritadi di dalam, mungkin dia mau racuni Kita semua?
Jeff : Gak mungkin, dia kan lagi di W...

PART 3 :


Tiba-tiba Listrik di Villa itu padam.
Nina : Aaaa aku takut – sambil teriak
            Rene yang takut kegelapan, tiba-tiba pingsan.
Jeff : Rene, Renee.. ah dia pingsan.
Harry : Udah baringkan dulu di situ
Jeff : Oke
Harry : Si Edo mana lagi
Jeff : Nggak tau.
Rika : Gelap banget. Ini ada 2 lilin. Untung gue bawa.
Harry : Korek mana tadi?
Jeff : Nih.
            Lilin pun dinyalakan.
Jeff : Har, Lo susulin si Edo gih.
Harry : Gue? Sendiri?
Jeff : iya.
Rika : Gue ikut Har.
Cherry : Aku juga kak.
Harry : Jangan Cher, Kamu tunggu aja disini.
Rika : Iya, Lagian gue gak kuat pengen ke WC
Harry : Bukan daritadi.
Rika : Hehe, yo ah kelamaan
Harry : Lilin nya 1 dong
Nina : Nih.
            Rika dan Harry pun ke Wc untuk menyusl Edo
Nina : Aduh lilin cuman 1 lagi
Jeff : Rene pake pingsan lagi
Cherry : Kak Jeff, Aku takut.
Jeff : Udah lah tenang ajah.
            Tiba-tiba Rika dan Harry kembali dengan panik.
Rika : Edo,, Edo
Harry : Edoo..Gak mungkin... – sambil berlari menuju ruang tengah
Nina : Kenapa?
Rika : Edo,, Edo,, -sambil Ngos ngosan
Cherry : Tarik napas dulu kak.
Harry : Edo .. Mmmatii, punggung nya berdarah, kayaknya dia di tikam dari belakang.
Nina : Apa?? Tadi Alya, Sekarang Edo,,Astagaaa
            Nina terlihat Lunglai
Jeff : Nina,, Hey,,
Nina : Aku gak bisa nerima ini. – sambil sempoyongan dan akhirnya pingsan
Jeff : Yaelah, sekarang 2 orang yang pingsan
Harry : Cherry, Kamu diem disini Kakak sama Kak Rika mau ke belakang, ngambil mayat Edo sama Alya, kita pulang sekarang.
Rika : Iya,Cher. Jeff, Lo keluar, cari pertolongan.
            Rika dan Harry pun kembali ke Wc
Jeff : Cher, Tunggu yah,
Cherry : Iya ka.
            Jeff pergi menuju pintu namun, ternyata pintu nya terkunci.
Jeff : Sial Cher, Kita terkunci di Villa ini.
Cherry : Lalu bagaimana kak?
Jeff : Kakak mau cari jalan. Kamu tunggu disini jaga mereka
Cherry : Iya kak, jangan lama-lama
Jeff : Oke
            Jeff pun pergi ke belakang untuk mencari pintu keluar, tapi Jeff bahkan Harry dan juga Rika tidak muncul juga yang mebuat Cherry kesal
Cherry : Kemana sih mereka? Aku takut. Ah iya aku bawa handphone. Coba aku telepon polisi.
            Namun di daerah itu kebetulan tidak ada sinyal untuk ponsel.
Cherry : Ah sial. Ah iya telpon nya.
            Cherry pun mencoba menghubungi Polisi dengan Telpon Villa, namun juga tidak bisa, karena ada yang memutus saluran teleponnya
Cherry : Aduh, kenapa sih, ada-ada aja, di Telepon gak bisa, di hp gak bisa. Lebih baik aku susul mereka saja.
            Cherry pun menyusul mereka bertiga namun ternyata, Cherry melihat 4 mayat tergeletak di lantai ruang belakang, Mayat tersebut tidak lain Edo, Harry, Rika, dan Jeff. Dengan luka tusuk yang amat banyak.
Cherry : Oh tidak mungkin. Kak Harry – sambil menuju mayat Harry
Cherry : Kak Edo, Kak Rika, Kak Jeff.
            Saat Cherry sedang menatapi ke empat mayat tersebut. Tiba-tiba ada seseorang yang mengikat lehernya dari belakang.
Cherry : Ah, Lepaskan aku, Siapa kamu sebenarnya. – Dengan nada terbata-bata karena tercekik
????? : Itu tidak penting. Sekarang kau harus mati
Cherry : Apa salahku? Kenapa kau membunuh mereka dan ingin membunuhku.
????? : Aku benci mereka. Dan aku harus membunuhmu
Cherry : Kenapa?
????? : Karena kau telah masuk ke Villa ini. Terpaksa aku membunuhmu.
Cherry : Tidaaak, Lepass---Lepaskan AaaKu. Aaaaa
            Akhirnya Cherry Tewas karena tercekik tambang yang sangat kuat. Dan orang bercadar  itu pergi ke ruang depan dimana Rene dan Nina terbaring.
????? : Mereka tampaknya mudah untuk dibunuh. Sebaiknya aku bunuh dia(Rene) dulu.
            Tiba tiba Rene tersadar dari pingsannya.
Rene : Hmm,, Aku dimana?
????? : Kamu di Villa di daerah puncak. Masih Ingat?
Rene : Siapa itu?
????? : Malaikat maut mu. – Sambil menusukan pisau ke perut Rene
            Cleb, Rene pun tewas. Manusia misterius itu pun membuka cadar nya dan ternyata itu adalah Alya.
Alya : Sekarang giliran kau Nina, Kau memang sahabatku, Tapi kau harus kubunuhjuga, Karena kau juga ikut ke Villa ini sama seperti mereka. Aku terpaksa membunuhmu
            Tiba-Tiba Nina Tersadar.
Nina : Aduh, Dimana aku?
Alya : Di Villa
Nina : Alya? Kamu masih hidup?
Alya : Ya aku masih hidup
Nina : Syukurlah.
            Tapi tiba-tiba ia kaget saat melihat Rene sudah Mati
Nina : Astagaa. Rene? Kenapa dia Al?
Alya : Aku membunuhnya.
Nina : Tidak mungkin
Alya : Mungkin saja. Dan aku juga Membunuh Edo, Rika, Harry, Jeff, dan Cherry.
Nina : Apa? Mereka semua.. Mati?
Alya : Ya, Aku membunuhnya.
Nina : Kenapa? Al?
Alya : Aku membenci mereka, aku sangat membenci mereka
Nina : Kenapa Kau membenci mereka
Alya : Sulit untuk di jelaskan. Aku merencanakan ini sudah dari dulu, namun belum ada waktu yang tepat, dan liburan kali inilah yang tepat bagi ku untuk membunuh mereka. Termasuk  Kau.
Nina : Kenapa? Kau juga membenciku?
Alya : Tidak, aku tidak membencimu, aku sangat menyayangimu, karena kau satu-satunya sahabatku, kau selalu baik kepadaku, dan kau juga selalu melindungiku dari cemoohan teman-teman yang lain.
Nina : Terus mengapa kau ingin membunuhku?
Alya : Kau telah masuk ke Villa ini, jadi Aku terpaksa membunuhmu, aku tidak akan puas jika semua tidak mati.
Nina : Jangan Al. Aku tidak mau mati
Alya : Sebelumnya aku ingin memelukmu. – Lalu memeluk Nina
Nina : Kenapa Al, Kenapa? Kenapa kau seperti ini?
Alya : Aku kesal Nin, Aku selalu di cemoohkan oleh mereka, aku selalu di jadikan budak oleh mereka, aku benar-benar kesal. – sambil menangis
Nina : Kau bukan seperti Alya yang ku kenal, Alya itu orangnya kuat, tidak lemah dan tempramen seperti ini.
Alya : Kau tidak merasakan bagaimana perasaan ku, masa laluku sangat suram, ayahku selalu menyiksaku ketika aku melakukan kesalahan sedikit apapun itu.
Nina : Karena Itu?
Alya : Iya, dan suatu hari ayahku menyiksa ibuku hingga ibuku mati. Disitu aku benar-benar dendam pada ayahku. Dan hasrat ku ingin membunuh tumbuh pada saat itu.
Nina : Lalu kenapa ? kenapa kami jadi sasaran
Alya : Sudah jangan banyak tanya. Selamat berjumpa di Surga kawan – sambil menusuk Nina
Nina : Al, Teganya, Kau,, mem,, membunuh,, ku. – dan Nina pun tewas.
Alya : Maaf kawan,
            Lalu Alya mengeluarkan sebotol obat racun dari sakunya, lalu dia pun meneguk obat itu dan bunuh diri. Singkat cerita, Keesokan harinya Ammie dan Jennie yang sedang berkemah berniat ingin mampir ke Villa itu.
Jennie : Mmie , kok sepi yah Villa nya? Apa mereka sudah pulang?
Ammie : Nggak tau.
Jennie : Ayo kita masuk sajah.
            Mereka pun masuk ke Villa denga mendobrak pintu karena sejak malam pintunya terkunci, dan saat mereka masuk mereka menemukan mayat-mayat tergeletak di lantai.
Ammie : Jen.. Lihat, mereka,, mereka,,mati.
Jennie : astagaa, siapa yang tega melakukan ini?
Ammie : Eh bentar, itu di tangan si Alya ada surat.
Jennie : Ayo baca Suratnya
Ammie : Bentar

Isi surat : Siapapun yang menemukan surat ini, tolong bawa mayat-mayat yang ada disini dan kuburkan mereka dengan layak, mereka bukan mati karena hantu atau roh gentayangan, atau bahkan di mangsa hewan buas, akulah yang membunuh mereka. Edo, Harry, Rika, Jeff, Cherry, Rene, dan Nina itu nama-nama mayat yang aku bunuh, akulah pembunuhnya. Aku membunuh mereka bukan tanpa alasan, aku membunuh mereka karena aku kesal pada mereka, aku benci mereka walaupun mereka semua kawanku. Aku juga telah mengunci mereka dan memutus sambungan pesawat telpon di villa itu agar aku bisa leluasa membunuh mereka.
Aku bunuh diri bukan karena aku tidak mau di jerat hukuman. Aku sudah merasa tidak sanggup untuk hidup di dunia ini, lebih baik aku mengakhiri hidupku, menyusul teman-temanku yang lain yang sudah berada di surga, sedang menungguku.Tolong bagi siapapun yang menemukan surat ini, beritahukan pada keluarga mereka bahwa mereka mati dibunuh, bukan kecelakaan atau dimangsa hewan buas. Tertanda : Alya Amalia
Ammie : Astaga Jen,
Jennie : Kenapa?
Ammie : Alya membunuh mereka semua.
Jennie : Coba aku liat.
            Jennie mebaca isi surat itu,
Jennie : Ya sudah kita lapor polisi.
Ammie : Iya, ayo kita Lapor.
            Mereka pun pergi melapor pada polisi daerah puncak, yang agak jauh dari villa itu. Dan mayat-mayat tersebt akhirnya di kuburkan dengan layak. Dan cerita ini pun TAMAT.

Nah itulah contoh drama untuk 10 orang.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Wordpress Theme | Edited by Tedy Kurniawan